Anies-Sandi Menang, Tuduhan Jokowi Dukung Ahok Dinilai Tak Terbukti

Anies-Sandi Menang, Tuduhan Jokowi Dukung Ahok Dinilai Tak Terbukti

SANDRO GATRA
Kompas.com - 21/04/2017, 06:45 WIB
Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau pengerjaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Patung Pemuda Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2015).(KOMPAS.com/Kurnia Sari Aziza)
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo beserta aparat penegak hukum dan keamanan dianggap telah bersikap netral dalamPilkada DKI 2017.
Tuduhan berbagai pihak bahwa Jokowi mendukung pasangan Basuki Tjahaja PurnamaDjarot Saiful Hidayat dinilai tidak terbukti.
Acuannya, hasil hitung cepat pemungutan suara Pilkada DKI putaran kedua, Rabu (19/4/2017), yang memenangkan pasangan Anies BaswedanSandiaga Uno.
Penilaian tersebut disampaikan AS Hikam, Pengamat Politik Universitas Presiden dalam wawancara dengan Kompas TV.
AS Hikam menilai, kecurigaan atau sikap kritis terhadap keberpihakan Presiden dalam Pilkada DKI masih wajar jika Jokowi dikaitkan sebagai kader PDI Perjuangan.
PDI-P adalah salah satu parpol pengusung AhokDjarot. Sebelum menjadi Presiden, Jokowi juga berpasangan dengan Ahok ketika memimpin DKI periode 2012-2017.
Setelah Jokowi masuk ke Istana pada 2014, Ahok kemudian mengambil alih kepemimpinan di Ibu Kota.
Hikam menganggap sikap kritis seperti itu menunjukkan demokrasi di Indonesia hidup. Namun, menjadi tidak adil jika pihak lawan berlebihan dalam bersikap.
"Menurut saya tidak fair juga kalau kita berlebihan kritik seperti itu sehingga seolah-olah ada pemihakan yang sangat kuat," ucap dia.
Hikam mengatakan, Presiden dan aparat penegak hukum memang harus memberi perhatian terhadap Pilkada DKI yang menjadi contoh daerah lain.
"Tanpa ada dukungan yang luar biasa dari Presiden dan aparat penegak hukum, maka tidak mungkin proses Pilkada demikian damai, sukses, tidak ada gejolak," kata mantan Menteri Riset dan Teknologi itu.
Melihat hasil hitung cepat yang menunjukkan Anies-Sandi unggul relatif jauh dibanding AhokDjarot, ia menganggap, Jokowi dan para pembantunya sudah bersikap netral.
"Jokowi sebagai Presiden, sebagai CEO dari Republik Indonesia, saya kira menjalankan apa yang menjadi amanatnya dengan sangat baik," ucapnya.
"Sebagai petugas negara, pemimpin negara, kita justru melihat bagaimana Presiden dan aparat keamanan betul-betul 100 persen menjadikan proses Pilkada akan jadi contoh semua wilayah," tambah Hikam.
Oldest